Postingan

JEJAK-JEJAK YANG BERBEKAS

Gambar
             Foto:penulis-Pantai Sangiang Waktu itu! Kaki-kaki yang telanjang berlari menderu Kaki-kaki yang telanjang menginjak berbagai onak dan duri Kaki-kaki yang telanjang menerjang diatas lautan pecahan kota Rasa pedih, sakit, luka, dan pilu Bercampur darah yang mengucur Bersimpuh keringat dan airmata Seakan bumi pertiwi dibanjiri darah Darah.......Darah........Darah.......!! Darah siapa itu? Kaki siapa itu? Keringat siapa itu? Dan tubuh-tubuh yang kering Lutut yang mulai membesar, mata yang melotot Rasa haus Kering meronta, rasa lapar melilit Dan mulut yang gemetar keluar sebuah kata Jihad. . . Jihad. . .Jihad. . . fisabilillah AllahuAkbar.. AllahuAkbar.. Ezi fitri Ana 2005 #Latoimocy

BUIH-BUIH RINDU

Gambar
                            Foto: Penulis Kini kau buat diriku  tetap pada kenangan yang kau tinggalkan Senyuman itu masih melekat indah Indra mata ku terkoyak Tak lagi dapat menahan bulir-bulir berjatuhan Ketika semua tentangmu mulai terbayang..! Buih-buih rindu tak pernah hilang Sementara penawar yang ku cari tak kunjung kutemukan? Berjuta kenyataan tak kuhiraukan Demi satu harapan yang ku impikan Kau hati? Sekuat apakah kau ingin menunggunya? Saat semua terkubur dan hilang Kau teguhkan hati demi cinta nya? Atau sekedar rasamu? Namun takdir tak membiarkan mu bersamanya Apalagi yang kuat dari itu? Tapi mengapa kau juga tak mengerti? Pergilah ! Hilanglah dari rinduku Kumohon!! Hilanglah dari ingatanku! Hilanglah dari hatiku! Hilanglah dari hidupku! 14 Desember 2018 #LatoiMocy

SELAMAT HARI LAHIR KAWAN

Gambar
               Foto:penulis bersama kawan Apalah arti syairku Tentang rindu Pada kawan diujung jalan Tiada hari tanpa pengharapan  Si tinggi yang ku sebut jerapah Yang tak pernah lelah mendengar keluh Padaku yang cerewet melulu Pada peraduan rindu yang semu Ucap syukur Atas berkurang nya umur Ingat diriku dengan traktir Balas dengan ikhtiar Jodoh ? Bodoh? Sendiri? Sepi? Lupakan ! Tinggalkan! Kenangan! Canda'an! Perihal resah pada hidup Jangan keluhkan pada bunga tulip Tapi ada dia yang sering kau panggil panda Dan sikecil yang menyengat silebah betina. Acap kali bertengkar Di aduk dicampur Seperti kopi pahit dalam cangkir Diseruput di ujung pesisir Hinggap tak terpisah Meski dengan ribuan masalah Sebab akan ada yang jadi penengah Tau dan sadar untuk  mengalah Sukses untuk karir Jangan menyingkir Terpojok karna daerah pesisir Tapi maju sebagai seorang pendekar Buat hari lebih menyenangkan ...

GEMURUH DI DADAKU

Gambar
                                Foto: sang bidadariku Kala ku tatap diam langit sore ini Disini tempatku hidup mencari penghidupan Dibawah lampu kuning pengharapan Terlihat ramai namun hati tak pernah damai Saat kelam semakin mencekam Tersambut dinginnya malam Pada rindu yang begitu mendalam Terlihat semakin hari semakin kusam Kepadamu yang telah pergi Seperti sang senja yang terlukai Seperti hujan yang tak lagi jatuh kebumi Seperti malam yang diselimuti sepi Gemeretak bunyi suara hatiku? Tumpah pada secawan rindu Berkecamuk resah yang berlarut Remuk oleh gumpalan kecewa berat Kau tau kenapa ? Sebab rindu yang menggebu Tergiang jelas lagu tidur yang kau nyanyikan Hingga dewasaku tak lagi kau dampingi Kini hadirmu hanya sebatas semu Ku pandang kertas usang Kulihat senyum terakhir yang ku kenang Dimataku kau penuh kasih sayang Cinta terhalang samudra membentang Secangkir kopi ...

WERAKU YANG DIMARJINALKAN

Gambar
                       Puisi : Foto penulis Hai tuanku? Lihatlah desaku yang  reot dan kumuh Hijau dedaun pagi tak lagi indah Dengan ribuan debu yang menghiasinya Kami tak lagi bisa menikmati embun pagi Ruas jalan masih dengan mengalaskan tanah , batu dan kerikil kecil Yang kadang menghantam kulit kami yang tua, muda dan anak-anak kami Terpental berdarah dan nyawa sebagai taruhan Sungguh ironi weraku Jalan lintasku masih saja belum diperbaiki Tolong ! Ruas jalur yang sempit diperlebar Jenuh melanda kami jeritan sijelata untuk infrastruktur wera-sape Kau buta ? Kau tuli? Rakyat mu dipelosok desa tak lagi kau dengar jeritanya Tangisannya tak lagi kau dengar Kau lalai ! Aku terpana memandang layar kaca Sebuah adegan aneh namun nyata Yang disaksikan oleh seluruh rakyat Skenario yang dirancang oleh pemerintah Tuanku Dengan teganya kau permainkan rakyatmu Yang tak merasakan nikmat kemerdekaan yang...

NODA DAN DOSA

Gambar
                             Foto: Penulis Tersentak aku dirahim bunda Dikala suara yang dewasa bertanya? Tahukah engkau akan tuhanmu? Bala, sudah benar itulah jawabku Fitrah kesucian diberikan kepadaku Tiada noda dan dosa Putih suci bagaikan telaga dewi Sebening embun pagi Tapi sekarang mengap engkau buta Mengapa engkau hina? Mengapa engkau celaka? Tak takutkah engkau? Tidak mensyukuri apa yang diberikan yang kuasa Kau membisu dipagut kesenangan Dunia yang hingar dalam tipu daya Tapi Kau akan kembali padanya.

KEHILANGAN

Gambar
 Foto : penulis Setiap orang yang patah hati, punya hak untuk cengeng . saat kau memutuskan untuk meninggalkanku pada september lalu, aku masih lah si lara yang rapuh dan perlahan lapuk . karna setiap saat diam di balik luka, rindu dan sayatan ingatan tentangmu masih ada. Dan kau mungkin tak sadar. Hampir separuh tahun kau menghilang.         Aku masihlah mengira bahwa aku mungkinlah belum kehilanganmu. mengira bahwa aku masih terlelap dengan tidur panjangku.  dengan penuh rasa kebahagiaan ingin melihatmu tersenyum esok hari. Namun saat  ku tau itulah mimpi yang membuatku begitu terpukul.     Melupakan tidak semudah menerima dan melepaskan semua butuh waktu.. Semoga saja yang datang kemudian adalah orang yang tepat yang takkan membuat hatimu sekarat. Biarlah aku dengan luka ini. Mau tidak mau, percaya atau tidak percaya kini aku memang harus menerima kenyataan kamu bukanlah lagi orang yang selalu membahagiakanku bukan lagi yang me...